Minggu, 31 Desember 2017

Resolusi Tahun Baru

Hai halo...apa kabar?? Sudah lama ya tidak bersua, dan kali ini kita bersua lagi.

Yeah....hari ini tepat tanggal 1 Januari 2018, maka perkenankan aku ngucapin sSelamat Tahun Baru, semoga di tahun ini lebih baik dari tahun 2017. Tahun ini kita senantiasa diberi kesehatan, kebahagiaan dan kesuksesan tentunya.

Tahun baru identik dengan resolusi dan harapan-harapan baru tentunya. Resolusiku tahun ini berharap selalu sehat, bahagia dan meraih impian-impian. Mencoba menjauhi beberapa hal negatif seperti sering marah dan tidak berfikir dewasa.

Ok, bikin list aja deh hal-hal positif yang akan dilakukan tahun ini:

Joging setiap satu minggu sekali
Ikut lomba lari dan mencoba ambil yang 21 kilo
Mulai olahraga renang
Zumba sesekali, minimal sebulan sekali
Plank tiap pagi dan malam
Meditasi setiap satu bulan sekali
Baca buku, sebulan satu buku
Bikin tulisan di blog ini sebulan sekali
Tidak gampang marah, jadi bisa mengelola emosi dengan baik
Mulai mencari peluang bisnis atau investasi
Liburan 3 kali dalam setahun
Bisa keluar negeri
Ikut kegiatan-kegiatan diskusi baik lokal, nasional maupun regional
Beli laptop baru
Beli celengan baru, tiap hari masukin duit ke celengan

Ah udah banyak ya, itu dulu deh resolusinya, moga bisa dilakukan dengan baik

Jumat, 13 Oktober 2017

Bertanya Tentang Kabar

Hai....kamu apa kabar? Lama kita tak bersua, kangen juga ya. Maafkan aku yang hampir melupakanmu. Satu tahun lebih, atau hampir dua tahun aku meninggalkanmu. Malam ini aku kembali, berharap kita bisa bercengkerama kembali.

Mungkin kamu bertanya kenapa aku pergi terlalu lama. Mungkin karena kesibukanku. Ternyata bukan itu, yang terjadi aku hampir melupakanmu saja. Aku lupa kalau kamu ada.

Setelah sekian lama berpisah, aku ingin memberitahumu kalau aku masih disini. Masih di tempat yang sama.

Banyak sekali cerita yang ingin kubagi, tapi mungkin tidak malam ini. Aku berjanji akan semakin rajin menemuimu. Aku berharap itu.....

Kamis, 28 Januari 2016

Ada Yang Iseng

Hai halo selamat malam dan apa kabar kamu? Semoga selalu sehat ya....gimana harimu?? Lancar saja kan? Semoga selalu baik-baik saja ya.....

Aku juga selalu berharap dalam keadaan baik-baik saja, selalu dalam lindungan Tuhan yang maha kuasa. Maka berpasrah diri menjadi satu hal yang sangat penting, agar ketika terjadi sesuatu terhadap diri kita, selalu dapat tawakal.

Walau kita selalu berharap yang terbaik buat diri kita, tapi terkadang kenyataan tak sesuai harapan. Kadang sesuatu dapat terjadi pada diri kita, kapan saja san dimana saja. Sebagai contoh, beberapa hari yang lalu, tepatnya malam pertama nginep di rumah ini setelah pulang dari Jakarta setiap diatas jam 12, badan bagian bawah tidak bisa digerakan sama sekali. Ketika mau digeser dikit saja rasanya sakit sekali. Rasa sakit itu sedikit hilang ketika pagi menjelang dan kaki diolesi oleh GPU.

Namun ternyata kejadian yang sama terulang kembali di malam berikutnya dan tambah parah. Aku sama sekali kesulitan untuk gerak. Bahkan sudah sempat turun dari kasur, tapi tetap tidak bisa bergerak. Malam itu aku hanya bisa menanggis, tidak bisa berbuat banyak. Tapi aku terus berusaha untuk dapat berdiri. Usahaku tidak sia-sia, setelah hampir dua jam mencoba untuk berdiri akhirnya berhasil juga. Aku takut untuk kembali tiduran, takut bila aku kembali tiduran diatas kasur aku mengalami kesulitan untuk bangun. Akupun sedikit jalan-jalan di ruang tamu. Pada saat itu langsung kepikiran untuk merendam kaki dalam air panas yang sudah dicampur garam. Akupun segera ke dapur untuk merebus air.

Setelah air panas tersedia, dengan pelan-pelan aku rendam kakiku dalam air panas. Kegiatan itu aku lakukan hampir satu jam. Setelah agak enakan, aku kembali berbaring, dan syukur alhamdulilah rasa sakit itu hilang.

Malam berikutnya aku sempet ketakutan, jangan-jangan jejadian malam sebelumnya terulang lagi, tapi syukur alhamdililah tidak terulang lagi. Tapi karena takut, akupun kemudian membeli obat untuk menghilangkan rasa nyeri di tulang. Tapi selalu saja ketika rasa sakit itu telah hilang, obat pun juga tidak diminum lagi. Selain obat aku juga mulai mengkonsumsi susu untuk tulang, siapa tahu memang ada tulang yang bermasalah. Tapi sekali lagi, ketika rasa sakit sudah sedikit hilang, mengkonsumsi susu pu  juga di lupakan.

Tapi informasi yang aku dapatkan sedikit membuat aku terkejut dimana ada satu temanku tang mengatakan bahwa sakit yang aku rasakan beberapa hari yang lalu ternyata ada yang membuatnya. Ia pun mengalami hal yang sama dan mendapatkan jawaban itu setelah ia berobat.

Ah semoga itu hanya dugaan saja. Yang penting kita berserah diri pada Tuhan yang maha kua, IA akan senantiasa melindungi kita senua. Prinsip yang harus di tanam adala "sopo sing ngawe, dia yang nganggo".

Kamis, 21 Januari 2016

Menulis Apa??

Hai apa kabar??? Dah lama ya tidak bersua. Sebenarnya sih tidak males, tapi kadang bingung saja mau menulis soal apa. Padahal banyak cerita yang bisa diangkat, bisa ditulis untuk nanti bisa dibaca kembali. Tapi entah kadang bingung saja mau mulai dari mana, padahal keinginan untuk menulis itu ada.

Mungkin memang harus dipaksa. Atau memang harus punya target dalam satu minggu ada berapa tulisan yang harus diupload. Tapi sekali lagi pasti akan muncul satu pertanyaan mau nulis apa?? Mulai dari mana dan lain sebagainya yang akhirnya apa yang akan ditulis hilang begitu saja.

Memberi semangat buat orang lain agar mau menulis memang gampang, tapi menyemangati diri sendiri untuk sekedar dapat menuliskan apa yang terjadi hari ini itu sulit. Tapi sekali lagi, butuh kemauan yang kuat serta pandai merangkai kata dan memilih peristiwa mana yang akan menjadi cerita.

Ok...moga saja dengan ini, kedepan bisa lebih rajin lagi untuk menulis.

Kamis, 15 Oktober 2015

Positive thinking

Hai kamu...apa kabar? Selamat pagi...gimana malammu?? Dapatkah kau melewatinya dengan indah?

Malam ini aku beberapa kali terbangun. Entah apa yang terjadi, tapi paling tidak masih terus berkecamuk banyak hal dalam alam pikiranku. Mungkin itu yang membuatku terbangun.

Masih ada rasa kecewa dan amarah itu. Masih ada rasa penyesalan itu. Aku belum mampu menghapusnya. Bukan aku tidak berusaha, aku telah selalu berusaha. Aku telah mencoba untuk menganggapnya semua biasa saja, tapi aku belum mampu. Setiap saat, rasa kecewa dan penyesalan itu hadir begitu saja. Coba, kalau aku tidak menemuinya, coba kalau aku tidak mempercayai janji-janji manisnya, coba kalau aku tidak mengenalkanya, mungkin rasa itu tidak akan pernah ada.

Penyesalan lainnya, mungkin memang selama ini aku yang terlalu bodoh. Aku yang selalu dituntut mengenalkan teman-teman dekatku, sementara dia? Belum pernah sekalipun memperkenalkan temennya. Ups....salah...pernah sih, tapi cuma sekali dan itupun....yeah begitu deh.

So...tidak salah kan kalau sampai saat ini rasa menyesal, marah, kecewa itu masih ada? Tapi paling tidak ada satu pembelajaran yang harus diambil, mungkin aku harus bersikap seperti dia, tidak mengenalkan siapapun kepadanya.

Ah sudahlah...harus diambil sisi positivenya saja. Karena rasa marah yang hadir itu tentu bersama dengan energi negatif yang akan menguras tenagamu. Biarkan...semuanya sudah terlanjur terjadi, kita ambil hikmahnya saja. Paling tidak harus berfikir positif, membuat orang bahagia itu tentu juga akan mendapat pahala.

Pelan tapi pasti aku harus bisa melupakannya dan bersikap biasa saja. Aku pasti bisa....

Senin, 12 Oktober 2015

Selamat Malam Jingga

Hai malam.....selamat datang kembali. Hadirmu telah ditunggu banyak orang. Karena tanpa kehadiranmu mereka tidak bisa sekedar merebahkan diri. Bahkan walau kau telah hadir masih banyak yang terus beraktifitas. Semua karena demi memenuhi beban hidup yang harus mereka tanggung.

Aku??? Masih biasa saja. Masih seperti kemarin. Masih ada rasa kecewa, kesal dan lain sebagainya. Tapi aku yakin itu tidak akan berlangsung lama. Biar saat ini aku nikmati dulu rasa itu.

Tapi paling tidak ketika rasa itu hadir, ada satu pembelajaran yang bisa dipetik, jangan mudah mempercayai orang, jangan mudah memberi kesempatan kedua, karena bisa jadi dia akan mengulang apa yang pernah dilakukan sebelumnya.

Tapi ya sudahlah....terkadang memang kesempatan kedua itu penting diberikan.

Ah sudahlah, aku masih belum mampu bercerita banyak. Masih sulit untuk berfikir, karena aku masih kecewa.

Selamat malam jingga, ijinkanku untuk berebah dan berharap esok rasa itu telah hilang dan aku menjadi pribadi yang pemaaf. Semoga....

Aku Bukan Malaikat

Hai malaikat kecilku....lagi apa kamu disana??? Moga kamu selalu dalam keadaan baik-baik saja ya....

Aku???? Ah kamu pasti tahu aku gimana, kamu kan malaikat pelindungku, jadi kamu pasti lebih banyak tau tentang diriku.

Aku bukan malaikat, aku gak tau segala apa yang terjadi. Aku juga banyak kesalahan kok, banyak hal yang tidak sesuai yang aku lakukan. Ya karena aku juga manusia biasa. Manusia itu kan tempat salah dan dosa kan?? Jadi aneh ya kalau ada yang mengatakan manusia lain adalah malaikat.

Aku sendiri ngak pernah mengatakan aku malaikat karena aku tahu siapa diriku. Kamu pasti tau kan....tapi ya sudahlah...toh banyak juga yang mengatakan malaikat tak selamanya bersayap. Tapi walau aku tak bersayap bukan berarti aku malaikat. Aku adalah manusia biasa, tempat salah dan dosa.

Ingin menjadi malaikat?? Atau mengaku-ngaku malaikat? Ah tentu itu bukan aku, karena malaikat pasti tak pernah punya salah. Malaikat selalu membawa kita pada sebuah kebaikan.

Ah sudahlah malaikat kecilku, biar saja semua terjadi, biar saja berlalu begitu saja, kalau sudah pada waktunya pasti akan baik-baik saja kok....